5 Inovasi Ramah Lingkungan yang Akan Mengubah Dunia di 2025

By: Christine Lydia | January 16th, 2025

Di tengah krisis lingkungan global, inovasi menjadi salah satu kunci untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lebih lanjut. Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tonggak penting bagi teknologi ramah lingkungan. Berikut adalah lima inovasi terbaru yang siap mengubah dunia dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.


1. Panel Surya Transparan

Panel surya biasanya berbentuk besar dan ditempatkan di atap atau lahan terbuka. Namun, inovasi terbaru memungkinkan pembuatan panel surya transparan yang dapat dipasang di jendela rumah, gedung, atau bahkan layar gadget. Teknologi ini mengubah sinar matahari menjadi energi tanpa menghalangi pemandangan atau cahaya alami.

Keunggulan:

  • Menghemat ruang karena dapat diaplikasikan pada bangunan yang sudah ada.
  • Meningkatkan produksi energi bersih secara masif di area perkotaan.

Dampak:

  • Revolusi dalam urban energy harvesting, dengan potensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

2. Plastik Biodegradable dari Alga


Plastik konvensional menjadi salah satu penyumbang utama polusi global. Namun, para ilmuwan telah mengembangkan plastik biodegradable yang terbuat dari alga. Plastik ini dapat terurai dalam waktu singkat dan tidak meninggalkan mikroplastik di lingkungan. Cara membuat plastik biodegradable dari alga Alga dicuci hingga bersih, Alga dihaluskan menjadi bubur, Bubur alga dipanaskan pada suhu tertentu, Cairan filtrate diperas dengan kain saring, Selanjutnya Alginat yang dihasilkan dicampur dengan polietilen.

Keunggulan:

  • Memanfaatkan alga, yang merupakan sumber daya terbarukan.
  • Mengurangi sampah plastik di lautan dan tempat pembuangan akhir.

Dampak:

  • Menurunkan tingkat polusi plastik secara signifikan, khususnya di ekosistem laut.


3. Daging Alternatif Berbasis Sel atau Memphis Meats


Produksi daging konvensional memiliki jejak karbon yang sangat besar, mulai dari emisi metana hingga penggunaan lahan yang ekstensif. Daging alternatif berbasis sel (cultured meat) dibuat di laboratorium tanpa perlu peternakan. Teknologi ini menghadirkan daging dengan rasa dan tekstur yang mirip dengan daging asli, tetapi jauh lebih ramah lingkungan.

Memphis meats adalah startup Amerika yang berhasil mengembangkan berbagai jenis daging, seperti ayam, sapi, dan bebek menggunakan sel hewan itu sendiri. Budidaya ini dilakukan dalam bioreaktor serta dilakukan dalam lingkungan yang bersih dan terkontrol.

Memphis meats diambil dari bagian sel hewan berkualitas tinggi yang ditumbuhkan dalam media kaya nutrisi, seperti gula, air, asam amino, dan mikronutrien lain. Dalam waktu tertentu, sel tersebut tumbuh membentuk jaringan, lemak dan otot seperti struktur aslinya yang diinginkan, yaitu daging. Pada prinsipnya, daging ini berasal dari satu sel yang tumbuh menjadi sesuatu yang kompleks.

Keunggulan:

  • Mengurangi emisi gas rumah kaca.
  • Tidak memerlukan penggundulan hutan untuk lahan peternakan.

Dampak:

Mengubah industri pangan global sekaligus mengurangi tekanan pada lingkungan.


4. Baterai Natrium-Ion

Baterai lithium-ion telah mendominasi pasar energi, tetapi sumber daya lithium terbatas dan proses penambangannya tidak ramah lingkungan. Alternatifnya adalah baterai natrium-ion, yang menggunakan natrium, elemen yang melimpah di bumi. Baterai natrium ion (NIB) adalah baterai yang menggunakan logam natrium sebagai bahan bakunya. Baterai ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya hemat energi, pengisian cepat, dan tahan terhadap suhu ekstrem. Teknologi ini menawarkan solusi yang lebih murah dan berkelanjutan untuk penyimpanan energi. Beberapa perusahaan yang mengembangkan baterai natrium ion, di antaranya: CATL, BYD, Chery, JAC, Aima, Yadea.

Keunggulan:

  • Material yang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat.
  • Biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion.

Dampak:

  • Memberikan akses lebih luas ke teknologi energi bersih dengan harga yang terjangkau.


5. Penyaring Air Berbasis Nano


Akses terhadap air bersih adalah masalah global yang mendesak. Teknologi penyaring air berbasis nano memanfaatkan nanopartikel untuk menghilangkan polutan, logam berat, dan bakteri dari air. Penyaring ini hemat energi dan dapat digunakan di wilayah yang sulit dijangkau.

Keunggulan:

  • Efisien dalam menyaring berbagai jenis polutan.
  • Dapat diterapkan di wilayah terpencil atau terdampak bencana.
  • Menghasilkan air yang lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi
  • Mengatasi krisis air bersih
  • Melestarikan lingkungan
  • Menjernihkan air yang keruh, kuning, atau berbau 
  • Mengendalikan zat berbahaya seperti logam berat, mikroplastik, dan patogen

Dampak:

  • Meningkatkan akses terhadap air bersih untuk jutaan orang, terutama di negara berkembang.

Kesimpulan

Lima inovasi ini tidak hanya menjanjikan masa depan yang lebih hijau tetapi juga membuka peluang untuk mengubah cara hidup manusia secara berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah, industri, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengadopsi teknologi ini secara luas. Dengan langkah-langkah nyata, dunia yang lebih bersih dan sehat bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang dapat dicapai bersama.


Comments